Bermula dari keinginan kami untuk bisa memperoleh madu asli untuk dikonsumsi sendiri dan keluarga di rumah, terbesit keinginan untuk memelihara lebah sehingga madu yang diperoleh benar-benar madu asli karena langsung dipanen sendiri. Namun mendengar beternak lebah, hal pertama yang terbayang tentu sengatannya yang cukup membuat ciut nyali. Sehingga ternak lebah sangat identik dengan lokasi yang jauh dari keramaian seperti kebun dan hutan, sedangkan penulis sendiri tinggal di Kota Banjarmasin yang lumanya padat.
Suatu ketika, penulis menemukan artikel di internet tentang budidaya lebah madu dari jenis Trigona sp. Lebah ini tidak bersengat sehingga tidak membahayakan penghuni rumah. Selain itu, menernakkan trigona juga tidak membutuhkan lahan luas sehingga dapat dilakukan di perkotaan. Lebah trigona ini di Pulau Kalimantan sebutan lokalnya adalah lebah Kelulut. Sejak membaca artikel tersebut, penulis mencoba mempraktekkan memelihara lebah kelulut di halaman rumah di Kota Banjarmasin.
Berbagi Pengetahuan, Pengalaman dan Belajar Bersama mengenai budidaya lebah penghasil madu tanpa sengat (stingless bee) dari genus Trigona yang di Kalimantan Selatan dikenal dengan nama Lebah Kelulut.
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 10 April 2020
Minggu, 20 Januari 2019
Mengenal Kelulut, SI Lebah Tanpa Sengat
Bismillahirrahmaanirrahiim
Lebah Kelulut atau Kelulut merupakan penyebutan masyarakat lokal Pulau Kalimantan bagi sejenis lebah penghasil madu tanpa sengat (stingless bees) dari genus Trigona. Di Pulau Jawa lebah ini disebut dengan Lenceng / Klanceng dan di tanah Sundah disebut Teuweul. Diperkirakan terdapat hampir 500 spesies Kelulut yang tersebar di seluruh Dunia diantaranya yang paling banyak dibudidayakan adalah Geniotrigona Thoracica, Heterotrigona Itama, Lepidotrigona Terminata, Tetragonula Laeviceps dan Tetrigona Apicalis.
Lebah Kelulut bisa didapati di daerah tropis dunia seperti Australia, Afrika, Asia Tenggara dan kawasan tropis Amerika. Berbeda dari lebah biasanya membuat sarang menggantung, lebah kelulut di alam ditemukan membuat sarang di bebatuan berongga, di tebing tanah, di pohon atau kayu berlubang, dan bahkan di bagian konstruksi rumah. Lebah Kelulut adalah lebah penghasil madu berukuran kecil yaitu hanya berukuran sekitar 2 mm - 5 mm dibandingkan dengan lebah dari jenis Apis yang biasa mencapai 12 mm.
Rabu, 16 Januari 2019
Isyarat Al Qur’an untuk Beternak Lebah
Dalam Islam, Allah SWT menempatkan secara istimewa lebah madu yang diabadikan sebagai nama salah satu Surah dalam Al Qur'an yaitu Surah An-Nahl (lebah). Di dalam surah tersebut terdapat ayat yang secara spesifik menjelaskan tentang lebah, yaitu:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia"Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan tuhanmu yang telah dimudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir. (QS 16:68-69).
Berdasarkan ayat di atas terutama kalimat yang ditebalkan, terdapat isyarat dari Allah SWT dalam Al Qur'an bahwa harus ada sebagian manusia yang bekerja menyiapkan rumah lebah atau beternak lebah. Ada dampaknya kalau kita lakukan ini yaitu pohon-pohon buah di sekitar kita akan bisa melakukan penyerbukan yang sempurna sehingga hasil buahnya akan maksimal, kemudian kita juga mendapat hasil dari sarang lebah berupa beeswax (lilin lebah). pollen, propolis, royal jelly dan tentu saja madu yang bisa menjadi suplemen makanan serta obat.
Senin, 14 Januari 2019
Lebah Madu
Lebah adalah serangga terbang yang dikenal sebagai penghasil madu dan hidupnya berkelompok, meskipun tidak semua lebah bersifat demikian. Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di semua benua kecuali daerah kutub. Sebagai serangga, lebah mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap selaput. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.
Dalam Islam, Allah SWT menempatkan secara istimewa lebah madu ini yang diabadikan sebagai nama salah satu surah dalam Al Qur’an yaitu Surah An-Nahl (lebah). Ayat-ayat dalam Surah An-Nahl yang secara spesifik menjelaskan tentang lebah yaitu ayat 68-69 tertulis:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan tuhanmu yang telah dimudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.
Langganan:
Postingan (Atom)



